Rabu, 29 November 2023

Menggerakkan Industri Pertanian: PTPN XIV Bersinergi dengan Pemda Sulsel dan PT Cipta Agri Pratama dalam Budidaya Pisang

 


Makassar – Anak Perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yaitu PT Perkebunan Nusantara XIV (PTPN XIV) menghadiri kegiatan Temu Koordinasi Gerakan Pengembangan Budidaya Pisang yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dan PT Perkebunan Nusantara XIV (PTPN XIV) Tentang Kerjasama Pengembangan Budidaya Tanaman Pisang, di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, kota Makassar, Kamis (09/11/2023).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara PTPN XIV dan PT Cipta Agri Pratama (PT CAP) tentang Kerjasama Budidaya Pisang Cavendish.

Dalam kesempatan ini, Tio Handoko, Direktur PTPN XIV didampingi beberapa Kepala Bagian PTPN XIV hadir dalam kegiatan mewakili PTPN XIV, PJ Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin mewakili Pemprov Sulsel, dan Rio Erlangga, selaku Direktur PT CAP.

"Kami sangat antusias dan optimis setelah melakukan tandatangan MoU kerjasama budidaya pisang ini. Kerjasama ini bukan hanya sekedar perjanjian bisnis, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk memajukan industri pertanian kita” ucap Tio, sewaktu ditemui di sela-sela kegiatan.

“Harapan kami, kolaborasi ini akan membuka pintu bagi inovasi dan pengembangan baru dalam budidaya pisang. Kami berharap dapat memberikan kualitas hasil panen terbaik, memperkenalkan metode yang lebih efisien, dan pada akhirnya, memberikan manfaat maksimal bagi semua pihak yang terlibat” tambahnya.

Pertemuan tersebut juga menjadi sarana edukasi untuk para penyuluh pertanian di Sulsel, utamanya dalam hal menanam, merawat dan mengembangkan tanaman pisang. Sebanyak 1.868 orang peserta dari penyuluh pertanian 1.353 orang, penyuluh kehutanan 250 orang, THL perkebunan 30 orang, pengawas benih tanaman (PBT) 17 orang, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) 125 orang dan mahasiswa Polbangtan 40 orang.

Selain penandatanganan MoU antara PTPN XIV dengan Provinsi Sulsel, dan PTPN XIV dengan PT CAP, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengkoordinasikan pelaksanaan Gerakan Pengembangan Budidaya Pisang dengan Petugas Lapangan dan stakeholder terkait, sosialisasi potensi dan prospek pengembangan komoditas pisang dalam menjaga ketahanan pangan, mengenalkan budidaya pisang melalui kultur jaringan dan bonggol.

Sebelum masuk kedalam GOR, Tio menyempatkan untuk singgah ke stand pameran yang terdapat beberapa display berbagai pisang dari Sulsel, produk olahan pisang, serta dinas terkait.

Pada stand Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPH-BUN) Provinsi Sulsel. Di stand tersebut dijelaskan terkait percepatan pembibitan dengan cara konvensional misalnya metode bit, dan metode split.

"Kami juga menjelaskan tadi, yang sudah berbuah kita tinggal ambil bakal tunas yang ada dibonggol, metode cungkil mata tunas," kata Pimpinan Laboratorium Kultur Jaringan TPHBUN Sulsel, Mansyur.

Selama kegiatan berlangsung, setelah dilakukan penandatanganan MoU oleh masing-masing pihak, juga dirangkaikan dengan seminar singkat, dengan beberapa narasumber yang membawakan masing-masing materi dengan tema berbeda-beda.

Materi dan narasumber pada kegiatan ini, yakni, keynote speaker Penjabat Gubernur dengan materi " Kebijakan dan strategi pengembangan budidaya pisang di Sulsel"; akademisi Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Agr.Sc. Ir. Baharuddin Patandjengi, dengan judul Pengembangan Budidaya Pisang Sesuai Standar Penerapan Good Agriculture Practices (GAP); Direktur PT Cipta Agri Pratama Bogor, Rio Erlangga dengan judul Prospek Pengembangan Pisang sebagai Komoditi Ekspor; Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Causa Imam Karana dengan Pengendalian Inflasi Mendukung Ketahanan Pangan; serta Kepala OJK Regional VI, Darwisman dengan judul Akses KUR untuk Pengembangan Usaha Tani Pisang.

Energi Baru untuk Kemajuan: PTPN XIII Tingkatkan Produktivitas dengan Penyambungan Listrik


Produktivitas usaha terus meningkat, PT Perkebunan Nusantara XIII yang merupakan Anak Perusahaan Holding PTPN III (Persero) kembali melakukan penyambungan baru listrik sebesar 1.110.000 VA.

Proses penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) antara PT PLN (Persero) dengan PT Perkebunan Nusantara XIII dilaksanakan di kantor pusat PTPN XIII yang berlokasi di Jl. Abdurrahman No 11, Sungai Bangkong Kota Pontianak, Kamis 23 November 2023.

"Dengan menggunakan listrik PLN ini, kami optimis dapat memangkas biaya operasional sekaligus membantu pertumbuhan ekonomi Masyarakat sekitar wilayah kerja," ungkap Kepala Bagian Perencanaan dan Sustainability PTPN XIII, Teguh Santoso.

Ia juga menyebutkan bahwa proses pasang baru untuk disalah satu lokasi unit PTPN XIII di Kebun Gunung Emas, Jalan Poros Desa Sungai Jaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau cukup mudah, cepat dan praktis. Diakuinya, PLN sangat membantu dalam pengembangan usaha yang dilakukan oleh PTPN XIII.

Sementara itu, General Manager PLN UID Kalbar, Wahyu Jatmiko, mengatakan dalam melayani pelanggan yang bergerak di bidang agriculture, PLN Kalimantan Barat memiliki Program Akuisisi Sawit (PAS).

Dimana didalamnya terdapat tools Saving Calculator yang memberikan simulasi biaya operasional produksi perbulan dengan solar (milik pelanggan) dan biaya perbulan dengan menjadi pelanggan PLN.

Selain berfokus pada kecepatan dalam pelayanan, calon pelanggan juga mengetahui seberapa besar saving biaya operasional produksi mereka setelah beralih menggunakan listrik dari PLN.

"Berdasarkan perhitungan simulasi yang dilakukan tim pemasaran PLN menggunakan tools Saving Calculator, dalam biaya operasional produksi PTPN XIII Kebun Gunung Emas didapati saving sebesar 134 juta perbulan antara biaya operasional produksi sebelum dan setelah menjadi pelanggan PLN, selanjutnya Kami berharap, kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini, dapat terus ditingkatkan. Sebagai layanan after sales akan kami jadwalkan pertemuan rutin pada awal tahun 2024 sebagai bentuk komitmen kami untuk meningkatkan kepuasan dalam pelayanan pelanggan,” tutur Jatmiko.

Ia juga menegaskan bahwa PLN UID Kalbar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, melayani kebutuhan listrik masyarakat utamanya dalam bidang Agriculture untuk meningkatkan perekonomian di Kalimantan Barat dan turut membantu menjaga stabilitas ketahanan pangan.

Capaian Terbaik: Kementerian Kesehatan Berikan Sertifikat Paripurna untuk Klinik Nusalima Medika Pekanbaru


Caption: Manajemen dan Karyawan Nusalima Medika saat berfoto bersama dengan tim auditor sertifikasi di Klinik Pratama Nusalima Medika Cemara Kota Pekanbaru. Manajemen menargetkan tujuh klinik Pratama akan segera terakreditasi paripurna pada akhir 2023 mendatang.

 

Pekanbaru – Klinik Pratama Nusalima Medika yang beroperasi di Jalan Cemara, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau berhasil meraih Sertifikat Paripurna dari Kementerian Kesehatan RI.

 

Sertifikasi tersebut merupakan bentuk pengakuan dari tim Kementerian Kesehatan terhadap layanan kesehatan maksimal di Klinik yang berada di bawah naungan PT Nusalima Medika, anak Perusahaan PT Perkebunan Nusantara V tersebut.

 

Direktur Utama PT Nusalima Medika Dr Hary Andriyanto di Pekanbaru, Rabu (29/11/2023) mengatakan raihan sertifikat tersebut kian melengkapi semangat segenap jajaran keluarga besar Nusalima Medika untuk memberikan layanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

"Baru kemarin Klinik Utama kita berhasil mendapatkan sertifikat paripurna yang pertama di Riau. Alhamdulillah, kemarin, klinik pratama kita juga memperoleh sertifikat serupa. Ini merupakan bukti akan komitmen kita bahwa Nusalima Medika serius memberikan pelayanan terbaik," kata Hary.

 

Hal senada disampaikan Manajer Klinik PT Nusalima Medika, Dr Ahmad Syubki Asy'ari yang menegaskan bahwa pihaknya memegang teguh tagline Kesehatan Anda Adalah Prioritas Kami. "Dan kami mewujudkannya dengan didukung penuh perusahaan melalui dokter dan tenaga kesehatan yang profesional," ujarnya.

 

Klinik Pratama Nusalima Medika Cemara Pekanbaru memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk sekelasnya seperti layanan kesehatan dokter umum, dokter gigi, hingga persalinan. Selanjutnya, klinik tersebut juga cukup nyaman, luas, dan bersih serta pelayanan yang ramah.

 

"Ini pencapaian luar biasa. Kami akan terus termotivasi untuk meningkatkan layanan kesehatan prima kepada masyarakat," tuturnya.

 

Lebih jauh,Manager Operasional dan Umum PT Nusalima Medika, Rini Yulianti menguraikan secara keseluruhan perusahaan mengelola tujuh klinik pratama yang tersebar di berbagai penjuru Riau, Klinik Utama di Pekanbaru serta satu unit rumah sakit Tandun di Kabupaten Kampar, Riau.

 

Rumah sakit Tandun yang memiliki fasilitas lengkap serta beroperasi penuh selama 24 jam tujuh hari seminggu itu belum lama ini diganjar predikat paripurna bintang lima.

 

Sementara itu, Rini mengatakan untuk saat ini enam Klinik Pratama lainnya masih dalam proses akreditasi dalam upaya memperoleh sertifikat paripurna. "Insya Allah target kita akhir tahun 2023 ini, tujuh klinik pratama seluruhnya terakreditasi seperti klinik utama dan rumah sakit Tandun yang sebelumnya telah terakreditasi," paparnya.

Berkolaborasi demi Kemanusiaan: PTPN X dan PMI Sambut Donor Darah di Surabaya


SURABAYA – Sebagai rangkaian perayaan Hari Kesehatan Nasional ke 59, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menggelar Donor Darah untuk karyawan internal dan masyarakat eksternal, Rabu (29/10). Kegiatan ini merupakan kerjasama PTPN X dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Acara dibuka secara langsung oleh Direktur PTPN X, Tuhu Bangun dan Kepala UDD PMI Kota Surabaya, dr. Martono Adi T.

Sejumlah 100 orang pendonor mengikuti kegiatan ini berasal dari Surabaya, khususnya di sekitar wilayah kerja Kantor Pusat PTPN X. Nantinya, seluruh kantong darah tersebut untuk memenuhi kebutuhan darah di Surabaya.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial PTPN X kepada masyarakat. Kegiatan donor darah ini akan rutin digelar ke depannya untuk memenuhi kebutuhan darah di Surabaya,” terang Tuhu Bangun, Direktur PTPN X.

Sebelum melakukan donor darah, para pendonor telah menjalani serangkaian screening terlebih dulu, meliputi pemeriksaan fisik, tekanan darah, dan riwayat kesehatan sebelumnya. 100 pendonor pertama mendapatkan bingkisan berupa sembako dari PTPN X, yang diserahkan langsung oleh Direktur PTPN X secara simbolis. 

“Terimakasih kepada PTPN X karena telah membantu pemenuhan kebutuhan darah di Surabaya melalui kegiatan donor darah ini,” ungkap dr. Martono Adi, Kepala UDD PMI Kota Surabaya.

Kegiatan ini merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN X kepada masyarakat sekitar. Sebelumnya juga telah dilakukan Medical Check Up guna memastikan kesehatan masing-masing karyawan.

 

Senin, 27 November 2023

HADAPI TRANSFORMASI, PTPN XI SIAPKAN INSAN PERUSAHAAN MILIKI JIWA ENTREPRENEUR MELALUI PELATIHAN TRANSFORMASI MINDSET

 Malang – Subholding Supporting Co akan segera dirilis pada pekan ini lantaran telah mendapatkan dukungan dari kementerian dan lembaga terkait. Pasalnya, melalui subholding Supporting Co Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III), Mohammad Abdul Ghani mengatakan, bahwa pembentukan kedua subholding, Supporting Co dan Palm Co akan mampu menekan impor pangan dan energi.

“Karena itu, impor harus terus dikurangi di masa yang akan datang. Potensi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energi ramah lingkungan juga sangat besar dan perlu dioptimalkan. Kami meyakini, pembentukan subholding ini akan mampu mengatasi tantangan yang ada,” ujar Ghani, di Jakarta pada Kamis (2/11) lalu.

Sebagai anak Perusahaan PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) yang nantinya akan bergabung ke dalam subholding Supporting Co, PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI) memilih untuk mengambil langkah inisiatif dalam menghadapi transformasi perusahaan tersebut. Langkah tersebut kemudian dilaksanakan dalam bentuk pemberian pelatihan atau In House Training untuk seluruh karyawan dengan tema Transformasi Mindset, Membangun Wawasan Baru dalam Menghadapi Transformasi Perusahaan selama empat hari sejak Minggu (19/11) hingga Selasa (21/11) di Malang. Inisiatif ini bukan hanya tentang mengubah cara berpikir, tetapi juga membentuk jiwa entrepreneur di kalangan karyawan.


Gambar 1 Tulus Panduwidjaja saat memberikan sambutan sekaligus arahan | Sumber: Dokumentasi Perusahaan

Transformasi mindset atau pola pikir menjadi esensial dalam dunia bisnis yang terus mengalami perkembangan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PTPN XI Tulus Panduwidjaja saat pembukaan kegiatan pelatihan. “Ketika perusahaan seperti PTPN XI memahami bahwa keberhasilan bukan hanya tergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga pada cara karyawan berpikir, mereka memilih untuk berinvestasi dalam mengubah paradigma", jelasnya pada Sabtu (18/11).

Melalui pelatihan tersebut, pihak manajemen mengharapkan peserta sekaligus seluruh jajaran karyawan PTPN XI, baik dari kantor pusat, kebun, Unit Usaha Strategis, dan PK Rosella dapat menyadari dan kemudian mengubah cara pandangnya ke arah yang lebih proakitf dalam menyikapi aksi korporasi perusahaan tersebut. Hal ini kemudian juga dirasakan oleh Elisabeth Diana sebagai peserta pelatihan sekaligus kepala Sub bagian Personalia PTPN XI.

"Transformasi mindset tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga pada cara kita berinteraksi dengan rekan kerja. Saya merasa keterampilan komunikasi dan kolaborasi saya telah meningkat, memulai inisiatif untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis. Inisiatif ini tebtu tidak hanya mengubah individu, tetapi juga budaya perusahaan secara keseluruhan. Kami sekarang memiliki budaya yang dinamis dan proaktif, di mana ide-ide baru didorong dan dihargai," ungkapnya.

Gambar 2 Suasana pelatihan transformasi mindset | Sumber: Dokumentasi Perusahaan

Melalui sambutannya pula, Tulus mengatakan, bahwa dengan pelatihan transformasi mindset ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap insan perusahaan maupun PTPN XI seperti, peningkatan produktivitas, inovasi berkelanjutan, ketahanan terhadap perubahan, serta mengambil inisiatif untuk membangun budaya perusahaan yang dinamis dan proaktif. Hal ini juga bagian dari komitmen PTPN XI dalam rangka membangun organisasi yang adaptif dan inovatif. Melalui pembentukan jiwa entrepreneur, perusahaan tidak hanya menginvestasikan pada karyawan individu tetapi juga pada masa depan yang berkelanjutan. Inisiatif ini memberikan contoh inspiratif tentang bagaimana transformasi mindset dapat menjadi katalisator perubahan positif dalam dunia korporasi.

CIPTAKAN BUDIDAYA TEBU YANG BERKELANJUTAN, PUSLIT SUKOSARI PTPN XI FASILITASI FIELDTRIP SDN DITOTRUNAN 02 LUMAJANG

  

Lumajang – Sabtu (25/11) Pusat Penelitian Sukosari PTPN XI menerima kunjungan dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ditotrunan 02 Lumajang dalam rangka mengikuti pembelajaran di luar kelas atau yang sering disebut dengan Outdoor Learning. Sebanyak 27 siswa kelas enam antusias untuk belajar secara langsung mengenai pembibitan tebu, diversifikasi olahan pisang dan juga pabrik gula.

Perjalanan dimulai dengan pemberian pemahaman mendalam seputar pertanian tebu. Siswa-siswa SDN Ditotrunan 02 Lumajang diajak untuk mengunjungi area pembibitan tebu di Puslit Sukosari serta terlibat langsung dalam proses pertumbuhan tanaman tebu. Selain itu, seluruh siswa juga diajak untuk mengetahui diversifikasi produk olahan pisang yang diciptakan Puslit Sukosari. Mereka juga dikenalkan bahwa beragam produk olahan tersebut merupakan upaya Puslit Sukosari dalam meningkatkan nilai dari buah pisang. Hal itu tidak terlepas dari potensi buah pisang yang dimiliki kabupaten Lumajang.

Manajer Pusat Penelitian (Puslit) Sukosari PTPN XI, Nanik Tri Ismadi mengungkapkan bahwa Puslit Sukosari dengan terbuka memfasilitas adik-adik SDN Ditotrunan 02 Lumajang yang ingin belajar. Hal ini sekaligus bentuk komitmen Puslit Sukosari PTPN XI dalam mendukung geliat eduwisata Kabupaten Lumajang.

“Tentu kami senang, karena itu juga bagian dari program eduwisata Puslit Sukosari. Sebab sejak 2018, Puslit Sukosari telah menjadi salah satu destinasi eduwisata yang dimiliki Kabupaten Lumajang,” terang Nanik secara tertulis pada Senin (27/11).

Belajar di luar ruangan adalah salah satu bentuk konkret bidang pendidikan untuk mendukung terciptanya wawasan langsung dan berkelanjutan kepada generasi muda tentang industri pertanian khususnya tebu dan industri gula.

“Kami berharap budidaya tebu makin masif dikenalkan dan dilestarikan sejak dini untuk generasi berikutnya. Bukan hanya revitalisasi pabrik gula yang dibutuhkan, tetapi menanam benih minat, menyiramnya dengan teknologi yang benar serta memeliharanya dengan wawasan yang visioner merupakan salah satu langkah Sustainble Agroindustri Gula di Indonesia,” jelas Nanik.

Kamis, 23 November 2023

Menyatu dengan Masyarakat: Bakti Sosial PT Perkebunan Nusantara II

 


Sebagai wujud Kepedulian sosial bagi masyarakat PT Perkebunan Nusantara II (PTPN2) menggelar bakti sosial di halaman Masjid Ubudiyah Aulawiyah Tanjung Morawa, Kamis (16/11).

Direktur PTPN2 Irwan Perangin-Angin, dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari upaya PTPN2 untuk meningkatkan keperdulian sosial bagi lingkungan khususnya warga masyarakat Tanjung Morawa. "Diharapkan dengan kegiatan ini kehadiran PTPN2 bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujar Irwan Perangin-Angin.

Irwan Perangin-Angin berharap dukungan yang diberikan masyarakat kepada PTPN2 akan mendorong semakin membaiknya kondisi perusahaan perkebunan ini, sehingga bisa terus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang membawa manfaat bagi perusahaan dan juga masyarakat luas.

Sementara Asisten I Pemkab Deli Serdang, Drs. Citra Effendi Capah MSP yang hadir mewakili Plt. Bupati Deli Serdang menyampaikan penghargaan atas kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan PTPN2 kali ini.

Kasubbag Humas PTPN 2 Rahmat Kurniawan yang hadir dalam acara tersebut mengatakan di samping memberikan santunan kepada 75 orang anak yatim, bakti sosial kali ini juga diisi dengan penyerahan bantuan satu unit becak sampah kepada Camat Tanjung Morawa, 5 unit kursi roda kepada penyandang disabilitas, 50 tenda becak bermotor, serta pencegahan stunting. Di samping itu, di tempat yang sama juga dilaksanakan donor darah, pemeriksaan kesehatan dan pasar murah sembako. PTPN2 menyiapkan 1000 paket sembako, berupa beras 5 kg, 1 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula pasir yang dijual dengan harga Rp. 70.000 per paket, jelas Rahmat.

Turut hadir juga pada acara tersebut, SEVP Business Support Syahriadi Siregar, SEVP Operation Dedy Gurning, seluruh Kepala Bagian, Pengurus IKBI, General Manager, Manager, Direktur Anak Perusahaan PTPN 2, Kadis Sosial Deli Serdang, Camat Tanjung Morawa, Danramil Tanjung Morawa, Wakapolsek Tanjung Morawa, Karyawan Kantor Direksi PTPN 2.

Inovasi Kesehatan: PTPN XIII Menyongsong Akreditasi Klinik Mitra Tabara

 


PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII di wilayah Kalimantan Timur tepatnya di unit Kebun Tabara Desa Semuntai Kecamatan long Ikis, Kabupaten Paser siap menjadikan Klinik Mitra Tabara menjadi Klinik Pratama yang berakreditasi.

Persiapan tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2022 Tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik, Laboratorium Kesehatan, Unit transfusi Darah, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan tempat Praktik Mandiri Dokter gigi. Sehingga Klinik Mitra Tabara saat ini telah menjalani proses akhir menuju akreditasi.

“Sertifikat Akreditasi klinik ini sangat penting bagi klinik khususnya dan bagi PTPN XIII Wilayah Kalimantan Timur karena akan di gunakan untuk melengkapi persyaratan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di tahun 2024,” ungkap Tim Surveior LPA-PKP, dr. Syafaah, M Kes.

Proses persiapan akreditasi di lakukan dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak dan telah memulai banyak persiapan-persiapan seperti mengikuti seminar dan Work shop tentang persiapan akreditasi. Pada September 2023 diusulkan ke Lembaga Penyelenggara Akreditasi pelayanan kesehatan Paripurna (LPA-PKP) serta mendapatkan surat balasan dari lembaga LPA- PKP untuk di survey pada tanggal 17 – 18 November 2023.

Klinik Mitra Tabara adalah Klinik Pratama yang menyelenggarakan pelayanan medik dasar umum maupun khusus.

Tahun 2023 Klinik yang dahulu disebut Polikklinik Kebun Tabara berganti nama menjadi Klinik Mitra Tabara yang berstatus Klinik Pratama yang melayani rawat jalan dan rawat Inap.

“Terimakasih kami ucapkan kepada semua yang terkait dalam proses akreditasi ini. Segala usaha telah kami lakukan untuk kemajuan klinik Mitra Tabara, hasilnya kami serahkan kepada Tuhan yang maha Kuasa,” ujar Kepala Klinik Tabara, Anwar Anshari.

Mengungkap Lapisan Terdalam: Hasil Riset Terbaik dan Gelar Teknologi PT Riset Perkebunan Nusantara

 


Perkebunan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, penerimaan devisa negara, penyediaan lapangan kerja, perolehan nilai tambah dan daya saing, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan baku industri dalam negeri serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Dalam mendukung peranan tersebut, salah satu upaya yang dilakukan PT RPN yaitu berfokus pada bidang penelitian yang dapat dijadikan hal utama untuk mendukung Operational excellence untuk mencapai sasaran kinerja Perusahaan dan keberlanjutan bisnis PTPN Grup termasuk PT RPN. Tentunya dalam pelaksanaan hal tersebut tidak lepas dari dukungan Holding PTPN III (Persero) yang berkomitmen memberikan pendanaan kegiatan riset yang sudah dilakukan sejak tahun 2022.  Melalui pendanaan tersebut, terdapat 17 riset yang dihasilkan dan beberapa telah memasuki tahap akhir, sehingga untuk pemaparan hasil dan kemajuan dari 17 riset tersebut dilakukan pada kegiatan Ekspose Hasil Riset Unggulan sekaligus Gelar Teknologi Hasil Penelitian yang dilaksanakan selama dua hari yaitu pada 21 s.d. 22 November 2023 bertempat di Gedung Agro Plaza Lt. 18.


Acara tersebut dilaksanakan secara 
Hybrid dan dihadiri sejumlah 220 undangan dari berbagai entitas perusahaan baik secara online maupun offline. Dalam acara ini hadir secara offline Asisten Deputi (Asdep) Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN, Bapak Rachman Ferry Isfianto; Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Bapak Mohammad Abdul Ghani, Komisaris Utama PT RPN, Bapak Sjukrianto Yulia; Jajaran Board of Advisory IPI, Bapak Joefly Joesoef Bahroeny dan Bapak Firdaus Ali; serta Direktur PTPN IV, Bapak Sucipto Prayitno. 

Adapun rangkaian acara hari pertama pada 21 November 2023 yaitu penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) dan launching produk teknologi Nusaklim, yakni peranti stasiun deteksi iklim otomatis, NusaGis (layanan pemetaan lahan), dan OPA (Oil Palm Assistant), dan rangkaian acara hari kedua pada 22 November 2023 yaitu pemaparan 17 hasil riset unggulan PTPN Grup yang disampaikan oleh peneliti-peneliti terbaik PT RPN. 

 “Acara Ekspose hasil riset unggulan dan gelar teknologi PT Riset Perkebunan Nusantara ini merupakan ajang yang baik bagi peserta untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi mengenai kemajuan kegiatan riset yang dilakukan oleh PT Riset Perkebunan Nusantara, di antaranya dalam kerjasamanya dengan PT Perkebunan Nusantara Group, Selain itu, acara ini merupakan kesempatan yang baik bagi para peserta untuk berdiskusi mengenai kebutuhan riset yang diperlukan oleh para pemangku kepentingan industri perkebunan” Ungkap Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam sambutan saat pembukaan acara.

Hal tersebut sejalan dengan Welcoming Speech Direktur PT RPN, Iman Yani Harahap yang berharap dalam kegiatan ini akan banyak sekali wawasan yang berharga yang akan membantu siapa saja dalam pengambilan keputusan dan perencanaan berbasis riset di masa depan. 


Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN, Rachman Ferry Isfianto, mengapresiasi upaya riset dan pengembangan yang telah dilakukan PTPN Group. “Kita yakin bahwa riset perkebunan ini akan bermanfaat untuk kita semua,” ujarnya.

Ferry berharap, dengan berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan manajemen perusahaan, performa PTPN Group ke depan bisa terus meningkat dan tumbuh berkelanjutan. “Kita punya tantangan untuk membuka lahan baru sebagai food estate, dan ini bagian dari yang dulunya hutan. Oleh karena itu, terus tingkatkan produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan dari inti bisnis PTPN,” imbuhnya.

PT Riset Perkebunan Nusantara mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga acara “Ekspose Hasil Riste Unggulan dan Gelar Teknologi PT RPN” berjalan dengan sebaik-baiknya dan harapannya dapat membawa manfaat bagi PTPN Group, Negara dan Masyarakat.


PTPN VI Salurkan Bantuan Untuk Anak Stunting



Kepedulian PTPN 6 terhadap pertumbuhan anak kurang gizi atau stunting patut dapat apresiasi. Buktinya, BUMN Muda PTPN 6 atau anak mudanya PTPN 6 memberikan bantuan paket makanan berprotein dan bergizi tinggi di sekitar wilayah kerja perusahaan perkebunan ini baik di Jambi maupun Sumatera Barat (Sumbar).

Sebanyak 124 paket bantuan stunting ini di berikan di Kebun Batanghari, Kebun Durian Luncuk dan kedua kebun ini terletak di Kabupaten Batanghari Jambi serta, Kebun Ophir di Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar pada Rabu (1/11/2023) dan Jumat (3/11/2023).

"Ini bentuk kepedulian kami terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak-anak terlebih tetangga kebun PTPN 6. Bantuan berbentuk makanan berprotein dan bernutrisi tinggi ini," kata Ketua BUMN Muda PTPN 6, Novalindo, Kamis (09/11/2023).

Penyerahan bantuan stunting ini, langsung dsaksikan Manager Kebun Batanghari, Herdiawan, Manager Kebun Durian Luncuk Hariman Siregar serta Manager Kebun Ophir Zulfikar Sopang.

"Sebelum kami serahkan bantuan ini, kami telah berkoordinasi dengan kawan-kawan di kebun untuk menginventaris jumlah anak yang stunting. Nah setelah terdata kami dan Management Kebun secara bersama-sama menyerahkan bantuan ini." jelas Novalindo.

Menurut dia, BUMN Muda PTPN 6 sangat peduli dengan kondisi kesehatan masyarakat di sekitar wilayah perkebunan PTPN 6. Stunting adalah masalah serius yang perlu segera ditangani karena pertumbuhan anak tak terlepas bagian dari masa depan bangsa dan negara Indonesia.

"Bantuan ini bila dilihat tidak seberapa, tapi kami berharap dapat membantu meningkatkan kesehatan anak-anak dan mendukung pertumbuhan generasi penerus bangsa," tegas Lindo sapaan akrab Novalindo.

Data yang didapat, bantuan stunting yang disalurkan BUMN Muda PTPN 6 mencakup paket nutrisi lengkap berupa Susu, Telur, Biskuit, Kacang Hijau dan Multivitamin. Penyuluhan kepada para orang tua tentang pentingnya pola makan seimbang.

Penerima bantuan Sunting, Ny Siti Rahma, warga desa Aur Gading, Batanghari mengaku sangat senang lantaran perhatian khusus terhadap keluarganya dari BUMN Muda PTPN 6. "Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga dengan dukungan dari PTPN 6, anak-anak kami bisa tumbuh sehat dan cerdas, serta memiliki masa depan yang lebih baik," kata Ny Siti.


PTPN VII Salurkan Dana PUMK Rp1,57 M di Bengkulu melalui PT BRI

 


Sebanyak 44 pelaku Usaha Mikro dan Kecil di Provinsi Bengkulu menerima dana pinjaman total senilai Rp1,573 miliar dari PTPN VII. Bersinergi dengan BRI Cabang Bengkulu dalam Program Pendanaan Usaha Kecil dan Mikro (PUMK), PTPN VII mengalokasikan dana tersebut untuk membantu para pelaku usaha mikro dan kecil dalam mengembangkan usahanya.

Pernyataan itu disampaikan Kasubbag Humas, Protokoler, Kantor Penghubung & TJSL PTPN VII Ina Sitompul di Bandar Lampung, Senin (13/11/23). Ina mengatakan, Program PUMK merupakan program Kementerian BUMN dimana PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI ditunjuk sebagai pengelola kerja sama PUMK dengan BUMN atau anak usaha BUMN pemilik dana. Pendanaan diberikan dalam bentuk pinjaman modal usaha yang dikenakan jasa administrasi 3 persen per tahun. Kebijakan Kerja Sama Program PUMK ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah atas pengelolaan Program PUMK dengan tetap menjaga tujuan untuk meningkatkan kemampuan bisnis UMK.

Program PUMK ini adalah bentuk Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) BUMN kepada masyarakat. "Sejak akhir tahun 2022 PTPN VII bekerja sama dengan BRI dalam Program PUMK dan dana TJSL untuk pembinaan usaha mikro dan kecil disalurkan melalui BRI." Ina menambahkan, PUMK adalah bentuk penyaluran TJSL yang sebelumnya dikenal dengan istilah Program Kemitraan.

"Selama ini kami menyalurkan sendiri dalam bentuk pinjaman modal usaha untuk pelaku UMK. Kami menyebutnya sebagai Mitra Binaan karena selain pinjaman tanpa bunga, kami juga membina mereka secara teknis. Kami beri mereka pelatihan manajemen keuangan, perbaikan produk, pemasaran, pengemasan, juga cara promosi. Bahkan kami sering memberi kesempatan mereka ikut pameran dalam event-event tertentu bersama kami,” kata Ina.

Selain Program TJSL PUMK, PTPN VII juga mengalokasikan dana untuk TJSL Non PUMK, yang lebih bersifat charity atau filantropi. Ina menyatakan bahwa PTPN VII selalu berupaya hadir untuk masyarakat di sekitar perusahaan dalam bentuk kepedulian dan respon terhadap kebutuhan masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial, lingkungan, serta hukum dan tata kelola.

Tentang dana UMK yang disalurkan di Provinsi Bengkulu, Manager Bisnis Mikro Bank BRI Bengkulu Taufik Alamsyah mengatakan, pihaknya melaksanakan sesuai aturan yang disepakati. Ia mengaku, pihaknya mendapat mandat dari Kementerian BUMN untuk menyalurkan dana TJSL dari BUMN.

“Kami mendapat mandat untuk menyalurkan dana TJSL dari BUMN ini sangat menarik karena jasa administrasi yang dikenakan relatif sangat rendah, PUMK ini dikenakan hanya 3 persen per tahun,” kata dia di Bengkulu, Sabtu (10/11/23) lalu.

Ia mengaku mendapat banyak sekali proposal pinjaman PUMK ini dari berbagai latar belakang. Namun, sesuai mandat dan amanat dari BUMN dan tujuan dari program ini, pihaknya menyeleksi dengan ketat terhadap setiap proposal yang masuk. Persyaratan utama, kata dia, peminjam harus memiliki usaha yang sudah berjalan dan membutuhkan tambahan modal untuk pengembangan.

“Untuk PUMK ini, sesuai dengan amanatnya adalah untuk membantu pelaku usaha kecil. Itulah mengapa pinjaman maksimalnya juga hanya sampai Rp50 juta. Tetapi, semua aturan mainnya menggunakan standar perbankan, dalam hal ini BRI. Mungkin ini yang agak berbeda dengan sebelumnya,” kata dia.

Salah satu pelaku usaha kecil yang mendapat modal usaha dari PUMK PTPN VII adalah Dimas Suseno. Pemuda berusia 26 tahun yang tinggal di Jalan Kandang, Pulau Baay, Bengkulu mengaku sangat terbantu dengan pinjaman dana dari PTPN VII yang disalurkan melalui BRI ini. Dimas yang membuka usaha kuliner berupa sate taichan secara offline (lesehan) dan order via online ini mengaku lebih leluasa dengan tambahan modal ini.

Didampingi Sarah, calon istrinya, Dimas memulai bisnis makanan siap saji yang sedang tren itu di Jalan Soeprapto, Kota Bengkulu. Bermodal peralatan ala kadarnya, ia menyewa lapak di pinggir jalan protokol yang dikenal banyak mudi-mudi nongkrong menikmati malam di Kota Bengkulu.

“Saya mulai buka lapak sate taichan di Jalan Soeprapto setahun yang lalu. Kebetulan waktu itu lagi tren sate taichan di Bengkulu. Alhamdulillah cukup berkembang mulai banyak pelanggan setia. Tetapi, belakangan kami off dulu di situ (Soeprapto) dan pindah ke dekat rumah. Tetapi untuk order online tetap jalan. Kami pakai nama akun Sate Taichan Bu Dewi. Jadi, nggak vakum,” kata dia.

Menghadapi semakin banyaknya gerai sate taichan di Bengkulu, Dimas mengaku sudah menyiapkan beberapa varian menu baru. Ia juga sedang menyiapkan tempat yang lebih representatif untuk kongko-kongko anak muda dan kaum milenial.

Soal keahliannya memasak, baik Dimas maupun Sarah mengaku lebih bersifat autodidak. Namun, hasil racikan beberapa menu makanan dan minumannya cukup mendapat respons pelanggan.

“Sebenarnya saya Sarjana Hukum dan menekuni bidang desain grafis. Sarah juga ngga pernah kursus masak karena dia Sarjana Ekonomi. Tetapi kami memang sering eksplorasi makanan dan mencoba meracik sendiri. Kemudian kami beranikan untuk berjualan,” kata dia.

Kepada PTPN VII, Dimas menyampaikan terima kasih atas program TJSL yang bisa ia dapatkan. Ia menilai, di tengah sempitnya lapangan kerja formal bagi anak muda atau mahasiswa yang baru lulus, program PUMK ini adalah model yang sangat baik untuk mengembangkan jiwa enterpreneur.

“Saya kira, ini sangat baik. Memberi kepercayaan kepada fresh graduate untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri sehingga anak muda seperti kami tidak terlalu mengejar pekerjaan formal. Terima kasih PTPN VII dan BRI. Semoga sukses terus,” kata Dimas.


Rabu, 22 November 2023

Keberlanjutan di Tanah Perkebunan: Inovasi Terbaru dari PTPN Group untuk Kelapa Sawit


 

Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) melakukan pendekatan secara alami dalam mengendalikan hama tanaman yang berpotensi mengganggu produktivitas perkebunan kelapa sawit secara lestari melalui pengembangbiakan musuh alami atau natural enemies.

 

Inovasi yang bernama Natural Enemies Breeding House (NB House) itu diterapkan oleh PT Perkebunan Nusantara V secara luas usai menjadi salah satu penemuan paling inovatif oleh karyawan perusahaan melalui ajang planters innovation summit (PIS) PTPN V tahun 2023.

 

Melalui NB House, tiga karyawan milenial PTPN V masing-masing Nava Karina, Ricardo Panjaitan, dan Andra Sumarno mengembangbiakkan Sycanus sp., yang menjadi musuh alami bagi hama ulat pemakan daun kelapa sawit (UPDKS). Hama tersebut merupakan salah satu jenis hama yang menyerang daun dan wajib diantisipasi karena berpotensi mengganggu produktivitas perkebunan kelapa sawit. 

 

Saat ini, konsep NB House yang berhasil menyabet juara pertama dalam Planters Innovation Summit PTPN V 2023 telah diterapkan dan dipraktikkan secara luas di berbagai anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero).

 

Direktur PTPN V Jatmiko Santosa mengapresiasi hasil inovasi tiga karyawan milenial PTPN V tersebut. Ia mengatakan bahwa inovasi yang dihasilkan dari tangan-tangan kreatif tersebut menjadi solusi akan potensi serangan hama secara alami.

 

"Penerapan perkebunan sawit secara lestari dan berkelanjutan melalui eco friendly selalu menjadi pilihan utama PTPN sejak lama. Inovasi ini sangat luar biasa," katanya.

 

Senior Executive Vice President Operation PTPN V Ospin Sembiring menambahkan bahwa NB House merupakan sebuah inovasi yang berangkat dari ide sederhana. "Namun dampaknya sangat luar biasa. Inilah yang disebut sebagai inovasi, yakni memberikan dampak positif secara efektif dan efesien," jelasnya.

 

Ia pun tak dapat menyembunyikan rasa bangganya setelah konsep NB House secara resmit telah diterapkan ke berbagai anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara.

 

Melalui surat edaran yang ditandatangani Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara Mahmudi, inovasi NB House diterapkan secara serentak di sepuluh PTPN yang mengelola komoditi perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia.

 

Sementara di PTPN V sendiri telah didirikan breediing house di 11 kebun yang langsung dikelola oleh asisten terkait yang sebelumnya mendapatkan pelatihan secara komprehensif.

 

"Tentu ini sebuah kebanggaan. Untuk kesekian kalinya inovasi yang dihasilkan planters PTPN V memberikan manfaat besar tidak hanya untuk kami, namun juga untuk seluruh anak perusahaan Holding Perkebunan," ujarnya.

 

Sycanus sp. sendiri merupakan predator alami yang mampu menekan populasi UPDPKS sehingga berperan penting sebagai dalam menjaga ekosistem di perkebunan kelapa sawit.

 

Teknis perbanyakan dan pelepasan Sycanus yang tepat mampu meningkatkan populasinya sehingga dapat menekan hama UPDPKS hingga di bawah ambang ekonomi.

 

Melalui NB House yang merupakan hasil inovasi Nava Karina, Ricardo Panjaitan, dan Andra Sumarno, populasi Sycanus dapat dikembangbiakkan secara maksimal dan dilepas secara bertahap ke lokasi perkebunan sawit yang diserang hama.

 

Nava Karina menambahkan bahwa ia dan rekannya melakukan penelitian NB House tersebut selama setahun lamanya sebelum dapat menyusun formula secara tepat. Ia mengatakan secara umum terdapat tiga fase pengembangbiakan Sycanus. Pertama adalah telur, nimfa, dan imago.

 

"Dan hanya pada Imago Sycanus dapat menjadi predator yang efektif. Kemudian, hasil riset kami menunjukkan bahwa dengan penangkaran musuh alami dan pelepasan serangga predator UPDKS mampu menekan dominansi populasi hama di lapangan yang bersifat ramah lingkungan. Efisiensinya, dengan berkurangnya populasi hama maka luas serangan hama akan berkurang sehingga upaya pengendalian dan penggunaan bahan kimia dapat dikurangi," tuturnya.

 

Perkebunan dan Pembangunan: PT RPN Menggali Peluang di Sumatera Selatan melalui FGD


Upaya menyikapi kelangsungan dan kemajuan inovasi riset sektor perkebunan terus dilakukan dengan menindaklanjuti program riset unggulan berjudul “Kontribusi dan Trend Komoditas Perkebunan dalam Pengembangan Wilayah Sentra Perkebunan” yang menjadi fokus Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) selaku anak perusahaan untuk unggul dan berdaya saing demi keberlanjutan hulu hilir komoditas perkebunan di skala domestik dan internasional.

Pusat Penelitian Karet (PPK) sebagai satu-satunya lembaga riset RPN yang memiliki sumber daya peneliti handal di bidang perkaretan ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan FGD yang membahas ruang lingkup prospek, kebijakan dan eksistensi kinerja stakeholder terkait pengembangan perkebunan karet dalam negeri khususnya sentra kebun karet di Sumatera Selatan.


Kegiatan FGD yang berlangsung di Gedung Aula Hevea PPK Sembawa diikuti setidaknya oleh 151 peserta termasuk 30 orang peserta yang hadir secara daring. Kehadiran peserta FGD mewakili unsur pemerintah yang terdiri dari Holding Perkebunan PTPN III, PT Perkebunan Nusantara 7, Kementerian Pertanian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Penelitian Pembangunan Daerah, Badan Perencanaan Statistik, Badan Standardisasi Instrumen Pertanian, Agraria Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Pusat Penelitian Teh Kina (PPTK), Pusat Penelitian Kopi Kakao Indonesia (PPKKI), Pusat Penelitian Pengembangan Gula Indonesia (P3GI), Otoritas Jasa Keuangan serta Perbankan milik negara dan daerah. Selain itu, peserta dari berbagai lembaga lainnya seperti perusahaan perkebunan, perusahaan pupuk, perusahaan minyak dan gas, produsen manufaktur juga hadir bersama Civitas Akademika, Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (GAPKINDO), Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) dan perwakilan petani karet Unit Pengolahan Pemasaran Bokar (UPPB) juga hadir mengikuti serangkaian agenda acara dengan topik yang dibagi dalam tiga sesi diskusi ini.

Kearifan lokal khas daerah Kabupaten Banyuasin mengawali pembukaan FGD ini dengan pentas kesenian tari “Mantang Para”, yang seakan menceritakan kesan tentang aktifitas berkebun karet dilakukan dengan penuh semangat dan riang gembira. Kepala Pusat Penelitian Karet Dr. Suroso Rahutomo dalam sambutannya mengemukakan bahwa FGD sangat diperlukan untuk mendukung langkah strategis sebagai solusi pengembangan industri karet melalui ruang diskusi. Hal tersebut senada dengan Dr. Misnawi selaku SEVP Operasional II RPN yang menyatakan pentingnya kesinambungan dalam peningkatan produktivitas kebun secara maksimal dengan mengupayakan aspek peran sumber daya yang ada.

Pertemuan ini berlangsung dinamis dengan keaktifan peserta menyampaikan ide, gagasan dan pertanyaan kepada narasumber pada setiap sesi diskusi. Pada akhirnya diperoleh rumusan hasil FGD yaitu :

Komoditas karet berkontribusi sebagai sumber mata pencaharian bagi 2,33 Juta keluarga, devisa negara US$ 3,65 M, serta produk yang bernilai ekologis. Akan tetapi perkembangan harga karet alam dunia selama dekade terakhir mengalami stagnan rendah, yang disebabkan oleh dampak pandemi, post pandemic, dan perubahan iklim. Selain itu, adanya serangan penyakit gugur daun pestalopsiosis telah berdampak sangat signifikan terhadap produksi, produktivitas dan kualitas karet. Kondisi serangan penyakit ini pun telah menyebabkan kebun karet yang produktif menjadi tidak produktif, terlebih pada kondisi kebun karet yang sudah tidak produktif (tua). Disisi lain, konsumsi karet nasional dan global cenderung terus mengalami kenaikan. Dengan dinamika kinerja on farm dan perdagangan berimplikasi menyebabkan banyak industri pengolahan karet memenuhi bahan baku berasal dari impor untuk memenuhi konsumsi nasional dan global, untuk menghindari atau mengurangi hal tersebut perlunya dilakukan beberapa upaya dalam keberlanjutan karet rakyat di Indonesia dan dibutuhkan strategi berupa program peremajaan sesuai GAP, peningkatan protas, perbaikan harga dan compliance terhadap berbagai barrier pasar luar negeri (Sustainability dan Regulasi EU Deforestation).

Pembangunan perkebunan di Sumatera Selatan sejalan dengan visi misi “Provinsi Sumatera Selatan Maju untuk Semua” Membangun Sumatera Selatan Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Mendukung Sektor Pertanian, Industri, dan UMKM yang Tangguh untuk Mengatasi Pengangguran dan Kemiskinan Baik di perkotaan maupun di Pedesaan. Peran strategis komoditas perkebunan di Provinsi Sumatera Selatan terlihat dari trend dan kontribusi nilai ekspor perkebunan berada di urutan kedua sebagai komoditas ekspor tertinggi adalah Karet dan barang dari Karet dengan nilai sebesar US$1.465,12 juta (19,32 persen). Sumatera Selatan dikenal sebagai penghasil karet terbesar di Indonesia pada tahun 2022 dan dilanjutkan Sumatera Utara, Jambi, serta Riau, dengan total produksi karet alam Indonesia adalah 3,14 juta. Dari segi konsumsi tahun 2021, industri karet hilir terbesar pada konsumsi industri ban sebesar 248.598 ton (28%), dilanjutkan dengan MRG (15%), alas kaki (11%), dan ban vulkanisir (11%). Jadi hasil dari karet 80% diekspor, dan 20% untuk industri ban.

Adapun berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha karet alam saat ini yaitu terbatasnya akses pembiayaan, kesiapan digital, akses pemasaran, serta kemauan untuk mengembangkan. Dalam menanggulangi hal tersebut diperlukan beberapa upaya seperti replacement tanaman tua dengan klon unggul, pada teknologi yang dikembangkan berupa inovasi pembuatan lateks pekat secara pendadihan dan produk hilir yang seperti dalaman bola (bliter), busa alam, sebutret dan karet gelang. Pada diskusi FGD ini juga terdapat diskusi mengenai Perbankan mempertimbangkan harga komoditas karet untuk pemberian kredit, karena terkait kemampuan pengembalian kredit oleh petani. OJK akan mempelajari skema kredit terbaik untuk petani karet. Perbaikan harga di sektor hulu perlu ditarik pengembangan sektor hilirnya. Selain itu dalam pemasaran karet dapat melalui UPPB sebagai alternatif menjual karet dengan harga yang lebih tinggi. Puslit Karet berkomitmen melakukan pembinaan ke petani untuk dapat melakukan hilirisasi agar dapat meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan karet menjadi produk/barang jadi.

PT Riset Perkebunan Nusantara selaku pengarah dalam pelaksanaan kegiatan FGD ini, mengapresiasi dukungan dan partisipasi para pihak termasuk mitra kerja Pusat Penelitian Karet yang membantu FGD berjalan dengan lancar.

PT Riset Perkebunan Nusantara mengucapkan terima kasih kepada Holding Perkebunan PT PN III atas kepercayaannya dan terselenggaranya serangkaian acara sehingga hasil kegiatan riset unggulan ini dapat tercapai dengan baik. Komitmen bersama tentunya menjadi penting untuk kemajuan Perusahaan demi mengapai tujuan dari seluruh bentuk dan upaya pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan core value AKHLAK, BUMN untuk Negeri.


Optimasi Kinerja Monitoring Pabrik: PTPN IV Terapkan Aplikasi Terkini


Kemajuan teknologi menghasilkan internet, suatu jaringan sistem komunikasi elektronik yang mengubah peradaban. Kehadirannya mampu meringkas jarak dan waktu, membuat semua terasa lebih mudah. Internet berkembang pesat karena dapat berguna bagi siapa saja, tak terkecuali untuk entitas usaha.

Manfaat itulah yang dirasakan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV). Sejak beberapa tahun terakhir, perusahaan mengimplementasikan teknologi Internet of Things (IoT) dalam berbagai hal. Termasuk untuk monitoring Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Sejauh ini, program digitalisasi terbukti berhasil.

“Sebagai perusahaan yang berkecimpung dalam industri kelapa sawit, PTPN IV sangat memperhatikan efektivitas. Tantangan ini kita yakini dapat diurai melalui pemanfaatan teknologi,” ujar Direktur PTPN IV Sucipto Prayitno, Jumat (17/11/2023).

Beberapa waktu lalu, PTPN IV resmi meluncurkan pilot project implementasi teknologi IoT di PKS. Perusahaan telah menciptakan suatu rangkaian sistem digital yang berfungsi mengoptimalkan kinerja monitoring. Terdapat empat komponen penting dalam sistem ini. Yaitu SCADA System, MIMS atau MIXN4, Storage Tank Control, dan CCTV.

Empat komponen tersebut punya tugas masing-masing. SCADA System berfungsi monitoring angka kerja. Misalnya tekanan, suhu dan daya turbin. Sedangkan MIMS atau MIXN4 merupakan aplikasi yang menampilkan dashboard real time monitoring losis dan mutu produksi. Storage Tank Control Volume berperan sebagai monitor volume dan temperature, sementara CCTV untuk monitoring area PKS.

Berkat teknologi, hasil monitoring jadi terintegrasi dan mampu dilaporkan dengan lebih cepat dan tepat. Hasilnya kemudian dapat diakses karyawan melalui aplikasi digital, sehingga bisa dilihat dari mana dan kapan saja.

“Hal ini tentu mempermudah tim untuk mengambil keputusan di lapangan. Sebab hasil monitoring bisa lebih cepat dilaporkan,” ujar Sucipto.

Menurut Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN IV Mulianto, pemanfaatan teknologi dalam bidang monitoring PKS merupakan langkah PTPN IV untuk menerapkan digitalisasi, mekanisasi, dan otomatisasi. Inovasi ini juga bagian dari implementasi satu di antara core values BUMN, yakni Adaptif.

“Kami memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar PTPN IV bisa terus menciptakan inovasi-inovasi selanjutnya yang berguna bagi negara,” ujar Mulianto.


Rabu, 15 November 2023

PTPN I Serius Tangani Dampak Bencana El Nino Bersama Pemerintah Aceh

  


Aceh – PTPN I bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Aceh melakukan diskusi peran PTPN I dalam rangka menghadapi bencana, El Nino dan Dunia Pendidikan di Aceh pada hari kamis tanggal 10 Agustus 2023 di Kantor Bappeda Aceh.

Pemerintah Provinsi Aceh melalui Bappeda memohon agar setiap Badan Usaha yang bergerak di Provinsi Aceh dapat mengalokasikan Anggaran TJSL/CSR nya untuk membantu pemenuhan kebutuhan alat/sarana dalam rangka menghadapi bencana, El Nino dan Dunia Pendidikan di Aceh yang telah di usul oleh SKPA yang menangani bidang masing-masing di daerah. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak El Nino terjadi di bulan Agustus-September 2023. Dampak dari fenomena alam ini adalah kekeringan, sehingga sangat rentan terjadi Karhutla maupun banjir hidrometeorologi basah. Aceh sudah harus waspada dan siaga menghadapi fenomena El Nino tersebut, apalagi kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh menjadi yang terbanyak di Indonesia, dan menduduki peringkat pertama hingga Juni 2023.


PTPN I melalui program TJSL telah menyalurkan bantuan berupa 5 (lima) unit mesin pompa Summersible untuk penanganan bencana El Nino, serah terima bantuan dilaksanakan pada hari Senin, 30 Oktober 2023 di halaman kantor Bappeda Aceh. 

Adapun yang mewakili PTPN I pada kegiatan ini ialah Nurzaitun Staf Sub Bag TJSL, dan kegiatan ini juga dihadiri oleh Satuan Kerja Perangkat Aceh serta perwakilan masing-masing perusahaan yang wilayah kerjanya tersebar di Provinsi Aceh. 

Direktur PTPN I Ahmad Gusmar Harahap melalui Kasubbag Komunikasi Perusahaan Muhammad Febriansyah (Febri) yang juga sebagai penanggung jawab program TJSL/CSR PTPN I menyampaikan, pada prinsipnya pihak PTPN I sangat mendukung penuh niat baik dari Pemerintah Provinsi Aceh demi kemaslahatan masyarakat banyak. 


“Ini ancaman nyata, Pemerintah Aceh tidak boleh lengah, karena bukan hanya karhutla saja, kekeringan hingga krisis air dan juga banjir akibat anomali cuaca perlu diwaspadai,” ucapnya


"Bila hal ini terjadi, dampak jangka panjangnya adalah penurunan produktivitas pangan atau terganggunya ketahanan pangan yang disebabkan oleh terjadinya gagal panen karena krisis air atau kekeringan akibat dampak dari El Nino tersebut," tutup Febri.

 

###

 

 

 

Sambut Hari Kesehatan Nasional, PTPN X Lakukan Tes Kesehatan 475 Orang Karyawan


 

SURABAYA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X yang merupakan Anak Perusahaan Holding PTPN III (Persero) menggelar Medical Check Up (MCU) untuk seluruh karyawan, baik di Kantor Pusat maupun Unit Usaha. MCU ini bekerjasama dengan PT Nusantara Medika Utama. Kegiatan merupakan bentuk tanggungjawab perusahaan terhadap kesehatan karyawannya untuk pengecekan lebih dini penyakit akibat kerja. Sejumlah 475 orang karyawan mengikuti MCU baik di Kantor Pusat, maupun di unit usaha TS Delta Sidoarjo dan TS Dhoho Kediri.

Pemeriksaan meliputi Thorax, Rekam Jantung, USG Abdomen, Urin Lengkap, Darah Lengkap, dan beberapa pemeriksaan lainnya. Kategori pemeriksaan ditentukan berdasarkan penempatan kerja masing-masing karyawan.

“Sebelum melakukan MCU, kami melakukan pemetaan karyawan dulu, karena jenis pemeriksaannya berbeda ditentukan dari penempatan karyawan,” jelas Aris Handoyo, Sekretaris Perusahaan.

Hasil dari MCU ini akan dijadikan dasar evaluasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang sudah diterapkan di PTPN X. Mulai dari penerapan SOP dalam bekerja hingga alat-alat pelindung diri untuk para pekerja.

“Harapannya, kesehatan karyawan selalu terpantau dan dapat kami minimalisir munculnya penyakit akibat kerja yang berpotensi muncu,” tambah Aris Handoyo. 

 


 

 

 

 


PTPN XIV Gencar Optimalkan Aset Lahan Menjadi Produktif


 

Makassar – Anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) yaitu PT Perkebunan Nusantara XIV (PTPN XIV) gencar melakukan Optimalisasi Aset Lahan dalam persiapan menghadapi pembentukan SupportingCo. Dalam merencanakan Optimalisasi Aset Lahan PTPN XIV saat ini sedang membuat konsep yang saling terintegrasi, salah satunya dengan melakukan identifikasi dan inventarisasi aset-aset yang Idle yang selama ini menjadi liabilitas bagi perusahaan.

Tika Mutiasari, Staf Pengembangan Plasma PTPN XIV mengatakan langkah ini  merupakan hal yang krusial, karena selaras dengan program kerja Holding Perkebunan Nusantara tentang pemasaran aset berbasis katalog menggunakan website aplikas Monika, yang merupakan aplikasi yang digunakan untuk pemasaran dan monitoring aset.

“Melalui aplikasi Monika calon mitra dapat melihat aset-aset potensial dari seluruh anak perusahaan PTPN Group,” ucap Tika.

“Setelah melakukan identifikasi dan inventarisasi, PTPN XIV akan melakukan pemetaan aset-aset mana saja yang krusial dan masuk dalam kategori berpotensi dikembangkan dalam waktu dekat dan dapat memberikan pemasukan bagi perusahaan (aset kuadran 1)” tambahnya.

Strategi utama PTPN XIV dalam mengoptimalkan penggunaan lahan adalah dengan mengelompokkan aset-aset yang berada pada kuadran 1, kemudian memastikan apakah terdapat gangguan baik berupa legalitas maupun okupasi, karena status lahan yang Clean and Clear adalah syarat utama agar lahan yang ada dapat segera dikerjasamakan dan memberikan pendapatan bagi perusahaan.

PTPN XIV saat ini memiliki beberapa proyek yang sedang dilakukan.

Kepala Bagian Pengembangan dan Plasma, Musfachruddin mengatakan bahwa lahan milik PTPN XIV seluas 7.972 Ha di Kabupaten Sumba, NTT, saat ini tengah dikerjasamakan dengan PT Asiabeef Biofarm Indonesia (PT ABI) yang merupakan salah satu mitra strategis yang mempunyai pengalaman dan kompetensi dalam bisnis budidaya sapi menggunakan sistem ranch.

“Kerjasama ini berpotensi menghasilkan pendapatan dalam bentuk kompensasi miliaran rupiah bagi PTPN XIV, ini juga merupakan langkah strategis tidak hanya bagi PTPN XIV, namun juga untuk masyarakat setempat karena dapat menyerap tenaga kerja lokal selama proyek ini berlangsung,” Ucap Musfachruddin.

PTPN XIV mengharapkan bahwa dengan dilakukannya Optimalisasi Aset Lahan, dapat memberikan pemasukan bagi perusahaan, mengingat dalam waktu dekat akan dilakukan merger menjadi SupportingCo, dan kerjasama aset adalah bisnis penting untuk mendukung keberlanjutan perusahaan.

 

 

###

 

 

 

 

Sukseskan "Turn Around", Direktur Hubungan Kelembagaan PalmCo Lakukan Supervisi On Site di PTPN IV Regional V

  Landak – Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Irwan Perangin-angin ...