Selasa, 30 Januari 2024

Meneguhkan Integritas Layanan Kesehatan: PT SPMN Group dalam BIMTEK dan Evaluasi IEPK

 



 Tebing Tinggi - Dalam upaya memperkuat komitmen anti-korupsi, PT Sri Pamela Medika Nusantara (SPMN) Group telah mengambil langkah proaktif dengan mengikuti Bimbingan Teknis (BIMTEK) dan Penilaian Indek Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) yang dilakukan oleh perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Utara pada bulan Desember 2023.

Langkah ini sejalan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014 tentang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Pada acara tersebut, Surat Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi dan Surat Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara menjadi pedoman utama untuk pelaksanaan kegiatan.

BPKP Provinsi Sumatera Utara memberikan pemaparan mengenai 12 Indikator IEPK yang mencakup tiga pilar utama, yaitu Kapabilitas Pengelolaan Risiko Korupsi, Penerapan Strategi Pencegahan dan Deteksi, serta Penanganan Kejadian Korupsi. Dengan keberhasilan PT SPMN mencapai skor IEPK sebesar 83,52, menandakan perusahaan telah mencapai tingkat perubahan yang signifikan.

Tingginya skor IEPK ini dapat dicapai berkat keterlibatan 30 peserta dari PT SPMN, termasuk Plt Direktur, SEVP Operation, Kepala Divisi Keuangan/SDM, Kepala Divisi Pengadaan, Kepala Divisi Satuan Pengawas Internal, Kepala Rumah Sakit, dan seluruh Kepala Subdivisi. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian PT SPMN, tetapi juga mencerminkan semangat kolaboratif seluruh tim manajemen.

Adapun 12 Indikator IEPK yang dinilai melibatkan aspek penting seperti Kebijakan Antikorupsi, Dukungan Sumber Daya, Asesmen dan Mitigasi Risiko Korupsi, Saluran Pelaporan Internal, Kepemimpan Etis, serta Investigasi dan Tindakan Korektif. Melalui kegiatan ini, PT SPMN memahami secara mendalam tingkat efektivitas pengendalian korupsi dan mengidentifikasi kelemahan yang perlu diperbaiki.

Manajemen PT SPMN menyatakan komitmennya untuk terus melengkapi dan mengimplementasikan kebijakan yang mendukung pengendalian korupsi, baik dari aspek pencegahan, deteksi, maupun respon terhadap keterjadian korupsi. Tindakan proaktif ini bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai langkah konkret untuk menjaga integritas perusahaan dan memastikan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi bagi masyarakat.
 

PTPN I Regional 4 Langsungkan Ibadah dan Perayaan Natal Bersama 2023

 


Telah berlangsung ibadah dan perayaan Natal Bersama 2023 PTPN I Regional Jatim dan PT Sinergi Gula Nusantara pada Kamis (25/01) dengan mengusung tema 'Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha Tinggi dan damai sejahtera di bumi'.

Ibadah dan perayaan sukacita Natal begitu terasa khidmat dari seluruh tamu undangan yang berasal dari karyawan serta purna tugas PTPN I Regional 4 (Eks PTPN X dan Eks PTPN XI), PTPN I Regional 5 (Eks PTPN XII), serta PT Sinergi Gula Nusantara.

Ibadah dan perayaan dimulai dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Owen D. H. Gultom yang juga merupakan Kepala Bagian SPI Eks PTPN XI. Kemudian dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan secara langsung oleh Pendeta Stefanus Luky Krispiyanto serta penyalaan lilin dan doa syafaat yang diikuti oleh jajaran direksi serta manajemen perusahaan dan anak perusahaan.

Ketua Panitia Pelaksana Perayaan Natal Bersama 2023 Vardianata yang sekaligus Kasubag SPI Eks PTPN X, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan tahun ini menjadi istimewa pasca adanya aksi korporasi BUMN.

“Inilah acara Natal yang spesial karena dalam aksi korporasi BUMN, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III kini telah ada Sub Holding Supporting Co. Di mana tahun lalu yang menyelenggarakan adalah eks PTPN XII saat ini PTPN I Regional 5, dan karena saat ini eks PTPN X dan eks PTPN XI bergabung menjadi Regional 4 lah yang menyelenggarakan tahun ini,” ungkap Vardianata.

Vardianata menambahkan bahwa sebelum perayaan dilaksanakan, sejak Selasa (02/01) hingga Sabtu (20/01), juga telah dilakukan rangkaian penyaluran bakti sosial berupa dukungan dana dan natura kepada panti asuhan, gereja, panti wreda, pensiunan karyawan, dan warga sekitar kantor PTPN I Regional Jatim dan PT SGN.

“Perayaan ini merupakan acara puncak untuk kita bisa bersekutu bersama. Kami panitia juga menyampaikan bahwa beberapa minggu yang lalu, dari dua hingga 20 januari telah kami langsungkan rangkaian bakti sosial. Perayaan ini tentu telah didukung dengan semua panitia, untuk itu dengan kerendahan hati kami ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran direksi, manajemen, dan juga karyawan kristiani PTPN I Regional 4, PTPN I Regional 5, PT Sinergi Gula Nusantara,” imbuhnya.

Innovative Milestone: Palmco Regional I's Media Center Launch Shapes Corporate Image

 


Launching Media Center dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 26 Januari 2024 di Kantor PalmCo Regional 1 Jalan Sei Batanghari No. 2 Medan, dihadiri ratusan karyawan di bidang Public Relations mewakili seluruh unit kerja, seluruh Board of Regional dan jajaran manajemen. Peluncuran Media Center yang diberi nama N4RI (secara Akronim dibaca “NARI”) Media Corporate lebih bertujuan untuk melakukan integrasi seluruh informasi yang ada di Unit Kerja PalmCo Regional 1 ke dalam satu wadah tertentu, sehingga informasi tersebut memberikan dampak yang holistik, menyeluruh dan tidak lagi tersegmen secara parsial.

Ahmad Gusmar Harahap selaku Region Head Palmco Regional I Medan mengatakan, “PalmCo siap bertransformasi dan mendukung kebijakan manajemen serta menyatukan visi dan misi perusahaan sehingga komunikasi yang dilakukan lebih koordinatif, efektif dan membangun dengan cara yang lebih humanis kepada seluruh stakeholder.”

“Saya apresiasi seluruh Tim Kerja yang berinovasi membentuk Media Center ini, dan optimis ke depannya akan memberi nilai tambah bagi Perusahaan,” tambah Gusmar didampingi para SEVP PalmCo Regional 1 Medan menjawab pertanyaan awak media.

Christian Orchard selaku Kepala Bagian Sekretariat & Hukum PalmCo Regional 1 Medan menyatakan bahwa “Peluncuran Media Corporate ini lebih kepada memberi ruangan khusus bagi masyarakat dengan mengkoordinasikan serta mensinergikan semua perangkat media internal perusahaan dalam bentuk “Agent of Communication” di seluruh lapisan Perusahaan.  Tujuannya agar seluruh insan PalmCo Regional 1 Medan mampu membuka diri dan meningkatkan kepekaan terhadap masyarakat dan seluruh stakeholder, sehingga prinsip berkelanjutan dari perusahaan yang berbasis ESG (Environmental, Social and Governance) menjadi suatu kenyataan dan bersifat implementatif.

Dalam kesempatan tersebut, Board of Regional PalmCo Regional 1 Medan juga secara resmi menyerahkan bantuan pembinaan kepada PS PTPN III yang berprestasi menjadi Runner Up di Kompetisi Liga 3 Wilayah Sumut sebesar Rp30 juta sebagai wujud dukungan perusahaan terhadap prestasi di bidang olahraga masyarakat.

Acara diakhiri dengan kegiatan Sharing Session dengan Tema “Menyatukan Visi dan Misi Transformasi Komunikasi Untuk Meningkatkan Corporate Image PalmCo Regional 1 Medan” yang disampaikan oleh pemateri yakni Serta Ginting sebagai sesepuh kehumasan di PTPN III (Persero), Muhammad Parrij Abdi, SH dan Dini Sriwati, S.Sos., MM Tim Humas PalmCo Regional 1 Medan kepada ratusan Agent of Communication (AoC) PalmCo   Regional I Medan.

PTPN IV Regional V Komitmen Membangun Negeri, Dongkrak Produktivitas Petani Sawit Rakyat

 


 IV PalmCo berkomitmen untuk terus mengakselerasi peremajaan sawit rakyat (PSR) sebagai bagian mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas petani sawit. Perusahaan perkebunan sawit milik negara yang berada di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) tersebut menargetkan untuk merevitalisasi atau meremajakan 60.000 hektare perkebunan sawit renta milik petani yang tidak lagi produktif hingga 2026 mendatang.

"Kami harus melakukan peremajaan sawit rakyat 60.000 hektare sampai 2026, khusus di wilayah PTPN IV Regional V (Kalimantan) ada 16.000 hektare lebih," kata Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), Mohammad Abdul Ghani.

Ia menegaskan bahwa PTPN tidak hanya fokus dalam mencari keuntungan. Namun, lebih dari itu, perusahaan pelat merah harus menjadi agen dalam pembangunan, termasuk mengakselerasi peremajaan sawit rakyat (PSR). Terlebih lagi, ia mengatakan program PSR merupakan salah satu amanah Program Strategis Nasional.

"Kami PTPN ini fungsinya kan bukan hanya mencari untung semata namun juga ditugaskan sebagai agen pembangunan. Untuk suksesnya program CSR, kolaborasi dengan semua pihak terus dilaksanakan," papar dia.

Pria berkacamata yang menginsisiasi transformasi Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) tersebut yakin, target tersebut dapat terealisasi menyusul dukungan yang begitu masif dari pemerintah, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang begitu besar.

PTPN IV baru-baru ini melaksanakan Workshop PTPN untuk Sawit Rakyat yang digelar di Hotel Aston Pontianak, Kamis (25/1). Workshop yang mengundang para petani sawit, koperasi dan pihak terkait tersebut, merupakan bagian dalam memacu PSR di Kalbar.

"Untuk merealisasikan PSR itu butuh kolaborasi dan untuk itulah workshop ini penting," kata Abdul Ghani.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa yang menilai bahwa kegiatan workshop melibatkan para petani, asosiasi, hingga pemerintah tersebut merupakan langkah yang tepat untuk memulai dan mengakselerasi PSR di Kalimantan Barat, terutama dari sisi penguatan SDM bagi petani mitra perusahaan.

Program penguatan SDM tersebut merupakan salah satu dari empat program yang ditujukan bagi kemitraan dengan petani rakyat. Tiga program lainnya, yakni kemitraan penuh, penyediaan bibit bersertifikat, serta perusahaan menjadi off taker. Untuk program penyediaan bibit bersertifikat, pihaknya saat ini tengah berupaya merampungkan perizinan guna mendatangkan 300 ribu bibit bersertifikat siap tanam.

Hal senada disampaikan Region head regional V PTPN IV, Khayamuddin Panjaitan dalam mendukung Program PSR “Nantinya bisa diperoleh dari PTPN IV Regional V, dan tidak harus menjadi mitra (untuk mendapatkan bibit sawit bersertifikat). Program ini Insya Allah akan kita laksanakan secara berkelanjutan sehingga cita-cita kita dalam meningkatkan produktivitas sawit rakyat dapat tercapai," tuturnya.

Pj Gubernur Kalbar, dr Harrison, M.Kes turut hadir dalam pembukaan workshop yang dilaksanakan di Hotel Aston Pontianak tersebut. Dirinya mengapresiasi PTPN IV yang telah menjadi mitra pembangunan yang strategis bagi pemerintah provinsi Kalbar. Pihaknya menaruh harapan besar agar perusahaan ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

"Serta membantu pemerintah untuk menyukseskan program pemerintah menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem,” tuturnya.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Andi Nur Alamsyah mengatakan persoalan peremajaan sawit saat ini adalah tata kelola yang belum efisien. Untuk mempercepat realisasi program tersebut, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan Permentan baru untuk mengurangi hambatan-hambatan yang selama ini ditemui di lapangan. Aturan baru ini akan mencabut aturan lama yang selama ini dianggap belum secara maksimal dalam mengefektifkan tata kelola sawit, khususnya yang berkaitan dengan program PSR.

 “Nanti akan ada Permentan yang menyatukan, mulai dari PSR, sarpras (sarana dan prasarana perkebunan), SDM, hingga ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), dalam satu Permentan,” imbuhnya.

Dalam Permentan yang tengah digodok tersebut, lanjutnya, cukup dengan satu kali verifikasi sehingga lebih mudah dan efisien. Lewat Permentan baru ini juga akan memudahkan pekebun dalam mengakses bantuan yang ada di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kolaborasi dengan PTPN IV PalmCo menurutnya juga menjadi penentu suksesnya program PSR.

“Kita mengharapkan sinergi dengan PTPN untuk memperkuat petani plasma,” ucapnya. (sti)

CSR Bantu Penanganan Stunting

PTPN IV PalmCo turut berperan dalam rangka penanggulangan stunting di Kalbar khususnya di wilayah sekitar perusahaan. Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk turut berkontribusi dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Dalam agenda Workshop PTPN untuk Sawit Rakyat, yang digelar di Hotel Aston Pontianak, Kamis (25/1) yang lalu, PTPN IV Regional V kembali membagikan paket bantuan stunting yang merupakan bagian dari program CSR perusahaan. Dalam momen itu pula, Direktur Utama PTPN III Holding Perkebunan, Muhammad Abdul Ghani, dinobatkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting.

PTPN IV memberikan perhatian yang cukup besar terhadap penanganan stunting yang saat ini masih menjadi persoalan bangsa. Khusus di Kalimantan Barat, tercatat sejak Desember 2023 PTPN IV Regional V telah membagikan 300 paket bantuan stunting di empat desa di provinsi ini. Selanjutnya, pada tahap kedua selama tiga bulan ke depan, akan disalurkan paket bantuan stunting setiap bulan. Penyaluran paket akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Region Head Regional V PTPN IV, Khayamuddin Panjaitan mengatakan bahwa pemberian paket bantuan stunting ini merupakan aksi BUMN kluster Perkebunan hadir ditengah-tengah Masyarakat, untuk mendukung pencegahan dan penurunan stunting untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045.

“Program ini dilakukan untuk mendukung Program Prioritas Nasional untuk mencegah dan menurunkan stunting menuju Indonesia Emas 2045 dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, terutama yang berisiko mengalami stunting”, ujarnya

Atas kontribusi yang diberikan tersebut, Pj Gubernur Kalbar, Harrison mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV yang telah mengalokasikan dana tanggung jawab sosial atau CSR untuk membantu penanganan stunting khusus masyarakat di kawasan perkebunan. Dirinya mengapresiasi langkah perusahaan yang secara cepat turun hingga ke tingkat posyandu untuk menemukan penerima bantuan.

“saya senang sekali, PTPN ternyata langsung turun kelapangan, mendatangi posyandu-posyandu di sekitar perkebunan,” katanya.

Dirinya berharap ada lebih banyak perusahaan yang bisa mengalokasikan dana CSR untuk program-program pencegahan dan penanganan stunting. “Sekali lagi saya terima kasih PTPN telah menaruh perhatian terhadap hal ini,” tuturnya.

Kenalkan Industri Agro, SMK Utama Kunjungi PTPN I Regional 7 Kebun Way Berulu


PESAWARAN - Sebanyak 100 siswa SMK Utama Bandar Lampung mengikuti studi lapangan industri di PTPN I Regional 7 Unit Kebun Way Berulu, Kabupaten Pesawaran, Senin pekan lalu. Para siswa dari berbagai jurusan itu antusias mengeksplorasi proses produksi karet hingga menjadi bahan baku industri, sejak dari kebun hingga pabrik. Diterima Manajer Kebun Way Berulu Rusman Ali Yusuf, mereka mendapat penjelasan detail dan berkesempatan melihat langsung ke dalam pabrik.

Dian Rajo Diyu Guru Pendamping dari SMK Utama pada pengantarnya mengatakan, pihaknya sengaja membawa siswa ke Kebun dan Pabrik Karet milik PTPN ini untuk memberi gambaran langsung tentang dunia kerja. Lebih dari itu, dunia kerja di sektor industri agro dipilih karena saat ini banyak generasi muda yang kurang tertarik dengan dunia perkebunan dan pertanian.

“Program pengenalan kepada dunia kerja dan dunia industri bagi siswa SMK memang wajib dilakukan. Tujuannya mereka bisa lebih cepat mengenal tentang kiprah lenjutan ketika lulus sekolah. Sebab, SMK memang menjadi salah satu opsi menyiapkan lulusan siap kerja. Dan pilihan kepada industri agro ini supaya anak-anak mengenal bahwa industri berbasis perkebunan juga sangat baik,” kata dia.

Sementara itu, Manajer Kebun Way Berulu Rusman Ali Yusuf mengapresiasi kunjungan siswa SMK ini. Dia mengatakan, sebagai perusahaan milik negara, pihaknya membuka diri dan memberi peluang luas kepada para pihak, terlebih generasi muda untuk mengenal budidaya perkebunan. Ia mengakui, industri perkebunan dan pertanian mulai kurang diminati generasi muda. Padahal prospek dan potensinya sangat besar dan cukup menjanjikan.

“Kami sampaikan selamat datang dan kami apresiasi kedatangan anak-anak SMK ini. Kami sangat terbuka dan akan menyampaikan semua yang ingin diketahui para siswa. Industri agro sangat menjanjikan dan tak kalah menarik. Sayangnya, anak muda sekarang kurang minatnya.Maka, kami senang anak-anak muda dibawa ke sini,” kata Rusman yang didampingi Asisten Personalia Retno dan Krani Umum Rayu Wiriasari.

Rusman menambahkan, prinsip keterbukaan perusahaan kepada para pihak untuk mengakses hampir semua lini pekerjaan merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Industri karet, kata dia, dari kebun hingga pabrik merupakan proses yang relatif sederhana dan bisa ditiru oleh masyarakat.

“Kami sangat terbuka. Kebun kami juga menjadi contoh dalam arti para petani sekitar boleh meniru, bahkan kami berbagi ilmu cara budidaya yang baik. Tujuannya agar kita sama-sama maju. Kalau di pabrik memang sedikit lebih rumit. Tetapi intinya, kalau orang mau belajar ke sini, kami sangat welcome. Kita maju bersama,” kata dia.

Pada kunjungan itu, para siswa dipandu untuk melihat proses awal dari penerimaan lateks (getah karet), diolah, dicetak, dioven di kamar asap, disortir, dikemas, hingga siap diekspor. Para siswa tampak banyak bertanya dan berinteraksi dengan Karyawan yang sedang melaksanakan tugas.

Peran PPTK-PT RPN dalam Launching “CERTEAFIED” Standar Teh Indonesia

 


 Dewan Teh Indonesia (DTI) meluncurkan Standar Teh Indonesia (STI) - CERTEAFIED di Pekalongan, 27 Januari 2024  disaksikan oleh para stakeholder dan insan pertehan Indonesia, mulai dari pelaku produsen yang diwakili oleh ATI dan APTEHINDO, ARTI, pelaku rantai pasok para trader dan packer, berbagai brand owner teh lokal Indonesia terutama yang banyak berasal di wilayah Jawa Tengah, pemerintah setempat serta para pemerhati teh dan media partner. Pekalongan dipilih sebagai tempat soft launching STI didasarkan pada 60% industri hilir dan konsumen teh tersentra di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Launching STI “CERTEAFIED” juga menjadi tonggak dari kebangkitan teh Indonesia yang bertepatan dengan 200 tahun biji teh ditanam dan dikembangkan di Indonesia pertama kali. Logo STI dikawal dengan 3 “gunungan” yang menyimbolkan harmoni antara alam dan manusia, dimana teh merupakan pohon kehidupan.

Dalam proses perumusan dan penyusunan STI CERTEAFIED ini, Pusat Penelitian Teh dan Kina memainkan peran penting sebagai Leader dalam perumusan dan penyusunan modul STI CERTEAFIED ini. Kepala PPTK sekaligus ex officio Ketua bidang litbang DTI, M. Akmal Agustira dan Pimpro STI menyampaikan bahwa penyusunan STI ini merupakan standar yang sangat singkat, lahir dari tuntutan para stakeholder teh untuk keberlanjutan teh Indonesia yang terutama di ”drive” dari market demandPusat Penelitian Teh dan Kina sebagai satu unit dari PT Riset Perkebunan Nusantara berkomitmen untuk memenuhi kebetuhan stakeholders melalui pelayanan dan jasa konsultasi yang didukung oleh peneliti yang profesional di bidangnya. Proses lahirnya STI ini merupakan hasil kerja dari kolaborasi berbagai pihak dengan menyatukan berbagai mindset kebutuhan para pelaku industri teh seperti asosiasi produsen dan rantai pasok, akademisi, NGO, dan tentunya litbang. Sinergi antara peran Litbang DTI dengan para pelaku rantai nilai teh sangat dibutuhkan dalam upaya mempercepat proses inovasi dan teknologi untuk pembangunan industri teh nasional yang berkelanjutan.

Ketua Umum DTI, Dr. Rachmad Gunadi menuturkan Standar Teh Indonesia ini hadir untuk menjawab berbagai isu-isu strategis yang berkembang sangat dinamis di industri teh Indonesia dan global saat ini dan ke depan. Keberlanjutan industri dan bisnis teh Indonesia bisa diwujudkan bila seluruh rantai pasok industri teh Indonesia dapat memahami serta menerapkan praktek-praktek keberlanjutan yang baik dalam pengelolaan perkebunan teh, memperhatikan lingkungan dan orang yang bekerja di dalamnya, industri hilir mendapat pasokan teh yang cukup dan konsumen dapat menikmati dan percaya akan produk teh yang dibelinya.

Lebih lanjut, Dr. Rachmad Gunadi mengungkapkan bahwa keberadaan STI diharapkan dapat meningkatkan keseimbangan manfaat yang diterima dari setiap rantai pasok teh melalui peningkatan kualitas diikuti dengan harga yang lebih baik serta semakin memperluas akses pasar produk teh Indonesia di pasar lokal dan ekspor. STI ini juga dapat menjadi salah satu alternatif non tarrif barrier atas semakin meningkat dan beragamnya produk teh impor ke Indonesia. Selain itu, hadirnya STI juga untuk membranding citra teh Indonesia di kalangan konsumen lokal untuk mencintai dan meningkatkan konsumsi teh berkualitas yang berasal dari negeri sendiri.

Pada momen peluncuran CERTEAFIED juga dilakukan peluncuran asosiasi-asosiasi baru, yaitu Asosiasi Es Teh Indonesia (ASET Indonesia) dan Asosiasi Konsultan Teh Indonesia (AKTI) serta penandatanganan MoU antara DTI dengan KORNAS Pemuda Tani memperkuat perjuangan industri teh Indonesia untuk bangkit bersama-sama mengembalikan kejayaan teh Indonesia. Semakin banyaknya generasi baru Milenial dan Zilenial yang andil terjun langsung dalam industri hilir teh dapat mendorong terbuka luasnya peluang industri hulu teh untuk bangkit dan menggairahkan kembali industri teh Indonesia, yang salah satunya dimotori oleh para pelaku yang tergabung dalam Asosiasi Es Teh Indonesia. Kebutuhan industri yang semakin beragam menuntut para ahli teh untuk lebih lincah dan peka dalam menjawab berbagai tuntutan di lapangan, untuk itulah AKTI ini hadir untuk mempercepat transformasi adaptasi berbagai perkembangan yang terjadi di industri teh lokal dan global. Sekjend DTI, Agus Supriyadi menguatkan bahwa kehadiran asosiasi-asosiasi di pertehan Indonesia ini memberi arti penting bagi DTI sebagai wadah dalam seluruh stakeholders agribisnis teh yang senantiasa akan terus berperan untuk memperjuangkan aspirasi dan mensinergikan kepentingan pelaku industri teh nasional dalam mewujudkan sistem dan usaha agribisnis teh yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Dalam rangkaian Launching STI CERTEAFIED juga dimeriahkan dengan kegiatan Kampanye Teh bertempat di Lapangan Mataram Pekalongan, untuk lebih memperkenalkan, mengedukasi serta mempromosikan produk-produk teh lokal Indonesia yang berkualitas sehingga masyarakat senang mengkonsumsi dan mencintai produk teh lokal. Dalam kegiatan ini juga memperkenalkan Standar Teh Indonesia CERTEAFIED dan menggaungkan lifestyle minum teh yang sehat dan berkualitas.

Senin, 29 Januari 2024

Kunjungan Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara III (Persero) ke PT RPN-Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia

 


Pasuruan, 23 Januari 2024. Dewan Komisaris PTPN III (Persero) melakukan kunjungan kerja ke PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) - Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) pada Selasa, 23 Januari 2024.

Pada kunjungan kerja yang dilakukan oleh Bapak Zulkifli Zaini selaku Komisaris Utama beserta Bapak Wisto Prihadi selaku Dewan Komisaris Holding Perkebunan Nusantara,
PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Rombongan didampingi oleh segenap Komite Audit.

Turut hadir pula Bapak Fauzi Omar selaku Direktur Operasional PT Perkebunan Nusantara I (Supporting Co), Bapak Subagyo selaku Regional Head 4 PTPN I, Bapak Winarto selaku Regional Head 5 PTPN I. Rombongan diterima oleh Bapak Misnawi selaku SEVP Operation II PT Riset Perkebunan Nusantara beserta segenap jajaran di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia.

Dewan Komisaris melakukan monitoring kinerja pada salah satu unit kerja, yakni PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN)-Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dengan agenda diskusi dan kunjungan fasilitas di P3GI Pasuruan. Komisaris Utama berharap agar target peningkatan laba gula PTPN III Holding melalui peningkatan supply bahan tanaman tebu yang berkualitas dan perbaikan teknis di bidang on farm.

Diskusi berlangsung selama kunjungan Dewan Komisaris mengenai penyediaan benih bermutu melalui program perakitan varietas tebu unggul, perbanyakan dengan kultur jaringan hingga menghasilkan benih bermutu (bersertifikat, murni dan sehat).

Selain itu, disampaikan pula beberapa contoh Varietas Unggul Baru yang telah dirilis berdasarkan SK Kementerian Pertanian pada tanggal 6 April 2023 yang dihasilkan oleh
PT RPN-P3GI antara lain PSBM 971, PSNX 052, PSXI 943, PSNusantara 053, PSKA 062 dan PSKA 095. Pembahasan benih ini menjadi poin penting dalam pertemuan hari ini sebagai langkah awal dalam mendukung hasil riset penelitian P3GI dan strategi dalam perbaikan on farm serta peningkatan laba gula PTPN III Persero.

Agenda kunjungan ditutup dengan monitoring fasilitas antara lain: rumah kaca, kebun bibit tebu, stasiun klimatologi, eksperimental plan/pabrik gula mini dan Museum Gula Indonesia. Bentuk bahan tanam tebu seperti bud set, bud chip, bagal mata 1 & 2, serta kultur jaringan disajikan di sekitar area rumah kaca sebagai informasi jenis benih yang selama ini dimanfaatkan oleh industri gula.

SGN: Penting Melibatkan Pentahelix untuk Wujudkan Indonesia Inklusif


 SURABAYA – Penting untuk melibatkan skema Pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas, dalam upaya mewujudkan Indonesia inklusif, hal ini disampaikan Wakhyu Priyadi Siswosumarto Corporate Secretary       PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan.

"Mewujudkan Indonesia inklusif dimana para disabilitas dapat dengan mudah mengakses pelayanan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hingga terpenuhi hak-hak lainnya, dibutuhkan dukungan stakeholder, dalam hal ini Pentahelix yang masing-masing memiliki peran dan fungsi yang besar", jelas Wakhyu Priyadi Siswosumarto.

Salah satu peran perusahaan dan dunia industri adalah melalui penyaluran CSR (Corporate Social Responsibility) untuk mendorong inklusivitas, kesetaraan dan pemberdayaan disabilitas Sehingga dapat mandiri, menjadi SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul, bahkan bisa berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan negara.

"SGN memberikan dukungan kepada  UPTD Anak Berkebutuhan Khusus Sidoarjo melalui program CSR sebagai bagian dari komitmen  wujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yakni mengurangi kesenjangan serta mendukung Indonesia inklusif", ungkap Brilliant Johan Anugerah Kasubdiv Komunikasi dan TJSL SGN seusai mengikuti acara Gebyar Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Sabtu (27/01) di Sidoarjo yang digelar oleh UPTD Anak Berkebutuhan Khusus Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.

Kabupaten Sidoarjo merupakan satu dari empat kabupaten kota  di Jawa Timur yang memiliki sarana Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)  pelayanan anak berkebutuhan khusus terbaik dan seringkali dijadikan rujukan terkait pengelolaan dan manajemen pelayanan.

"Gebyar peringatan hari disabilitas internasional ini begitu penting karena pertama kita ingin melakukan evaluasi sekaligus introspeksi pelayanan dinas pendidikan dan kebudayaan beserta jajarannya termasuk UPTD ABK terhadap anak anak berkebutuhan khusus, anak anak disabilitas atau anak anak inklusi. Kedua kita ingin memberikan apresiasi sejauh mana pembinaan yang dilakukan oleh guru pembimbing khusus, oleh guru di sekolah inklusi, di sekolah luar biasa termasuk juga kita memberikan apresiasi terhadap potensi potensi hebat, potensi” luar biasa yg dimiliki oleh anak” kita. Terakhir, meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah tapi juga dunia usaha, dunia industri, media, komunitas, semuanya bergerak termasuk juga kegiatan peringatan HDI hari ini sukses ya karena support dari seluruh pemangku kepentingan", jelas Dr. Tirto Adi, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kesempatan tersebut Tirto Adhi menegaskan kembali seluruh stakeholder untuk mendorong inklusivitas, kesetaraan dan pemberdayaan disabilitas

"Terima kasih saya sampaikan kepada PT Sinergi Gula Nusantara yang juga menjadi supporting atau kontributor untuk kesuksesan acara ini mudah”an acara yang semacam ini tiap tahun bisa kita agendakan. Peringatan selanjutnya rencananya sekaligus nanti disertai dengan launching kartu biru, kartu khusus diberikan kepada anak berkebutuhan khusus, anak disabilitas, dan anak inklusi", lanjutnya.

Terkait dengan rencana launching Kartu biru, kartu biru tersebut memiliki tujuan untuk memudahkan anak berkebutuhan khusus  dalam mendapatkan layanan publik.

" Mereka perlu prioritas layanan. Nah itu menunjukkan bahwa pemkab sidoarjo, pak bupati, pak wakil bupati dan dari jajaran legislatif jadi support yang luar biasa terhadap keberadaan anak berkebutuhan khusus", tutup Tirto.

Komisaris Holding Perkebunan Tinjau Potensi HGU PTPN I Regional 4

 


LUMAJANG – Komisaris Utama Holding Perkebunan Nusantara, Zulkifli Zaini beserta jajaran komisari melakukan kunjungan ke Kebun Genitri Lor, Kebun Rojopolo, dan Kebun Nyeoran yang berada di wilayah HGU Lumajang milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 4, (24/01). Kunjungan ini untuk melihat budidaya tebu yang dilakukan dan proyeksi produktivitas di masing-masing kebun.

Varietas yang ditanam pada HGU Lumajang ini adalah NXI 4T yang memiliki potensi rendemen 8,08-8,45%. Manajemen Regional 4 optimis potensi tersebut dapat tercapai dengan optimal, didukung dengan sistem pengairan yang tepat di masing-masing kebun.

“Varietas NXI 4T ini merupakan salah satu varietas unggulan yang dimiliki Regional 4, dimana potensi rendemen dapat mencapai 9,5%,” terang Subagiyo, Region Head Regional 4 PTPN I.

Berdasarkan proyeksi kinerja Januari 2024 ini, produktivitas rata-rata Regional 4 mencapai 100-150 Ton/Ha pada 12.150 Ha lahan HGU tebu yang dikelolanya. Sedangkan proyeksi produksi tebu 1,1 Juta Ton Tebu.

“Perlu adanya kolaborasi antara PTPN I Regional 4 dengan P3GI dan PT SGN untuk bersama-sama mempercepat terwujudnya swasembada gula nasional,” ungkap Zulkifli Zaini, Komisaris Utama Holding Perkebunan Nusantara.

Dewan Komisaris juga berkesempatan untuk melakukan tanam perdana tebu dan dilanjutkan dengan melihat Kebun Rojopolo yang juga dikunjungi Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo pada Desember lalu.

Dewan Komisaris Holding juga melakukan kunjungan untuk melihat secara langsung kegiatan yang dilakukan di Pusat Penelitian (Puslit) Sukosari. Puslit Sukosari melakukan berbagai kegiatan meliputi penelitian, produsen benih, diversifikasi, hingga pelayanan jasa. Puslit Sukosari juga menghasilkan berbagai produk olahan pisang yang juga dijual di toko oleh-oleh di Lumajang, seperti kripik pisang, stik pisang, dan lain.

Kolaborasi Palmco Regional I Medan dengan Masyarakat Membawa PS PTPN III menjadi Runner Up Liga 3 Sumut


PS PTPN III sebagai pandatang baru di Sepak Bola Profesional Sumatra Utara secara mengejutkan meraih prestasi terbaik sebagai Runner Up pada kompetisi Liga 3 Sumatra Utara. Skuad tim asuhan Pelatih Wijay, Aulia Siregar dan Sony Gunawan ini mampu mengkombinasikan pemain yang berasal dari karyawan, anak karyawan PTPN III dan masyarakat sekitar perkebunan PTPN III Medan.

Tengku Rinel selaku SEVP Business Support PalmCo Regional I Medan mengapresiasi keberhasilan Tim PS PTPN III karena sebagai pendatang baru prestasi Runner Up sudah memenuhi target yang dibebankan kepada PS PTPN III. “Tahun depan PS PTPN III pasti menjadi juara dan kita harus optimis,” tambah Tengku Rinel.

Christian Orchard Perangin-Angin selaku Kepala Bagian Sekretariat & Hukum PalmCo Regional I Medan sekaligus Ketua Umum PS PTPN III dalam siaran persnya mengatakan bahwa keberhasilan PS PTPN III menjadi Runner Up dalam Kompetisi Liga 3 Sumut menjadi bukti konkrit bahwa PTPN III yang saat ini disebut PalmCo Regional I Medan mampu menyinergikan perannya dengan masyarakat dalam bentuk Tim Sepak Bola yaitu PS PTPN III.

PS PTPN III tidak bisa dipandang sebagai milik PTPN III saja (Palmco Regional I Medan), namun juga milik masyarakat. Dan itulah sejatinya kehadiran perusahaan harus dapat memberi manfaat yang besar untuk kesejahteraan rakyat dan masyarakat. PS PTPN III juga menjadi lambang sinergitas dan kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat serta menghapus kesan eksklusifisme dari Perusahaan perkebunan sehingga perusahaan dan masyarakat dapat berkontribusi, berkolaborasi bahkan berprestasi di bidang olahraga khususnya sepak bola.

Di Final Liga 3 Sumut PS PTPN III berhadapan dengan Labura Hebat FC dengan

selisih 1 gol (2:1) yang akhirnya, hasil akhir pertandingan PS PTPN III menjadi runner up dalam kompetisi Liga 3 Wilayah Sumut tersebut.

Dalam kesempatan ini Christian Orchard sebagai Ketua Umum PS PTPN III berharap agar kiranya Tim PS PTPN III dapat diikutsertakan dalam kompetisi Liga 3 Nasional, mengingat capaian yang telah diraih harusnya menjadi perhatian Asprov PSSI Sumut untuk berjuang agar PS PTPN III dapat ikut dalam ajang kompetisi Liga 3 Nasional.

“Kita yakin Pengurus Asprov PSSI Sumut secara profesional dapat berjuang untuk PS PTPN III, mohon doa dari kawan-kawan media agar PS PTPN III dapat lolos ke Liga 3 Tingkat Nasional,” kata Orchard mantab.

Sukseskan "Turn Around", Direktur Hubungan Kelembagaan PalmCo Lakukan Supervisi On Site di PTPN IV Regional V

  Landak – Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Irwan Perangin-angin ...