Jakarta, 10 November 2023 – Holding
Perkebunan Nusantara melalui sejumlah anak perusahaannya, menggelar serangkayan
kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November
setiap tahunnya. Salah satunya, yakni memberikan tali asih kepada keluarga
pahlawan nasional.
PTPN IV misalnya, dalam
momen ini menyerahkan bantuan
sebesar Rp10 juta bagi keluarga para pejuang kemerdekaan yang diserahkan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Sosial Pemprov. Sumut, di Kantor Dinas Sosial Pemprovsu Kota
Medan, pada Senin (6/11/2023).
Kepala Bagian
Sekretariat Perusahaan PTPN IV Mulianto, menyampaikan bahwa PTPN IV setiap tahunnya konsisten
memberikan bantuan tali
asih kepada para keluarga pejuang kemerdekaan. Hal itu dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap
jasa-jasa para pahlawan Republik Indonesia. “Bantuan ini bersumber dari dana
program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN IV,” ujar
Mulianto.
Mulianto berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi keluarga. “PTPN IV senantiasa mewujudkan rasa
kepedulian terhadap masyarakat sekitar lingkungan kerja. Sehingga
keberadaan kami dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,”
ucapnya.
Peringatan Hari Pahlawan yang mengusung tema “Semangat
Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan”, juga
dijadikan refleksi untuk terus memberikan kinerja terbaik oleh PTPN XI. “Ketika kita mengenang para pahlawan
yang telah menorehkan jejak-jejak kebaikan dalam sejarah kita, mari kita
bergandengan tangan untuk melanjutkan perjuangan mereka. Marilah kita bersatu,
berbagi ilmu, dan menumbuhkan semangat kebaikan untuk membangun masa depan yang
lebih baik bagi bangsa ini,” imbuh Kepala
Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN XI, Yunianta, usai menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan ke-78 di Kantor Pusat PTPN XI, Jumat (10/1/2023).
Yunianta menyampaikan,
tema peringatan Hari
Pahlawan tahun ini sejalan dengan
komitmen PTPN XI. Sebab, PTPN
XI berkomitmen untuk turut berupaya mengentaskan kemiskinan dan kebodohan, baik
melalui pencegahan program stunting hingga pemberian dana dukungan beasiswa
bagi siswa yang membutuhkan.
PTPN XI, lanjut Yunita, tidak
hanya concern dalam menghasilkan produk unggul,
tetapi juga dalam membangun kemandirian dan memajukan masyarakat sekitar. “Komitmen kami bukan hanya pada hasil
panen tebu yang berkualitas, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat,
peningkatan pendidikan, dan pengentasan kemiskinan melalui program-program CSR
yang selama ini telah kami lakukan,” ungkapnya.
###
Mengenai Holding Perkebunan Nusantara:
PT Perkebunan
Nusantara III (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak
di bidang usaha agro bisnis, terutama komoditas kelapa sawit dan karet.
Perseroan didirikan pada 11 Maret 1996 berdasarkan hukum pendirian merujuk pada
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 8 tahun 1996 tanggal 14 Februari
1996. Pemerintah kemudian mengubah pengelolaan bisnis BUMN Perkebunan dengan
menunjuk Perseroan sebagai induk dari seluruh BUMN Perkebunan di Indonesia
berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2014 tanggal
17 September 2014. Sebagai perusahaan induk (holding company) BUMN di sektor
perkebunan, Perseroan saat ini menjadi pemegang saham mayoritas 13 perusahaan
perkebunan yakni PTPN I sampai dengan PTPN XIV, perusahaan di bidang pemasaran
produk perkebunan yaitu PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN) serta
perusahaan di bidang riset dan pengembangan komoditas perkebunan yaitu PT Riset
Perkebunan Nusantara (PT RPN).
Saat ini Perseroan
secara konsolidasian merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di
dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan. Produk komoditas Perseroan
mencakup komoditas anak perusahaan cukup terdiversifikasi antara lain kelapa
sawit, karet, tebu, teh, kopi, tembakau dan kakao, serta produk hilirnya
masing-masing. Berdasarkan data per Desember 2021, areal tanaman PTPN III
(Persero) dan Anak Perusahaan didominasi oleh tanaman kelapa sawit seluas 565
ribu ha, tanaman karet seluas 138 ribu ha, teh 30 ribu ha serta areal tebu
sendiri seluas 52 ribu ha. Perseroan saat ini tengah melakukan upaya-upaya
transformasi bisnis baik di sektor budidaya tanaman perkebunan (on-farm), pengolahan tanaman
perkebunan (off-farm) serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja
maupun produktivitas dan efisiensi bisnis.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar